Menu

Video Viral Ibu Berhijab Jambak Wanita Muda di KRL, Lalu Adakah Sanksinya?

2020 Mar 08

Dalam sebuah tatanan sosial Manusia dalam kehidupan sehari-hari tentunya akan selalu berinteraksi antar sesama. Terkadang juga dalam interaksi tersebut seringkali timbul perselisihan atau gesekan karena berbeda pandangan atau opini. 

Perselisihan itu terjadi, seperti selisih paham, silang pendapat, berbeda pandangan, konflik perdebatan, adu mulut ataupun bentuk perselisihan lainnya tetapi sebuah perselisihan bisa berdampak kepada pidana atau sanksi jika salah satu pihak merasa dirugikan. Baru-baru ini beredar video tentang perselisihan dimana dalam video viral tersebut seorang ibu berhijab menjambak wanita muda, lalu adakah sanksinya?

Video yang menunjukkan seorang perempuan menjambak seorang perempuan lainnya di dalam gerbong kereta rel listrik (KRL) commuter line, viral di Twitter. Video berdurasi 36 detik itu diunggah pemilik akun Twitter @rinafarzia pada Minggu, 23 Februari 2020 dini hari. 

"Pengalaman naik @CommuterLine ku dan teman2ku hari ini. Semoga ga ada lagi kejadian2 kaya gini. Kereta arah bogor, gerbong khusus wanita” tulis Rina dalam keterangan video yang diunggah. Dalam video tersebut, seorang perempuan yang berdiri tampak menarik tangan dan menjambak perempuan lain yang duduk di salah satu kursi prioritas di dalam KRL."Berdiri kamu, kamu berdiri. Saya ini orang tua," Ujar perempuan yang menjambak. 

Petugas satpam tampak menghampiri perempuan yang menjambak dan menjauhkannya dari perempuan yang dijambak. Setelah itu, perempuan yang menjambak sempat menjauhi perempuan yang dijambaknya. Tak lama kemudian, perempuan itu kembali mendekat dan menjambak lagi perempuan yang dia jambak sebelumnya. 

"Eh, berdiri kau, berdiri nggak kamu, berdiri, itu tidak pantas, kau cacat?"  kata perempuan itu sambil menjambak dan berteriak.

BACA JUGA : Sitti KPAI : Wanita bisa Hamil Akibat Banjir! Pada Tau Nggak Apa Tugas KPAI?

Sanksi Bagi Pelaku Penganiayaan

Pasal 351 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menyatakan bahwa: 

“Penganiayaan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500 (empat ribu lima ratus rupiah)”

Pasal 351 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menyatakan bahwa: 

“Jika perbuatan itu menjadikan luka berat, bersalah diancam pidana dengan penjara paling lama 5 (lima) tahun.”

Pasal 351 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menyatakan bahwa: 

“Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama 7  (tujuh) tahun.”

Pasal 351 ayat (4) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menyatakan bahwa: 

“Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.”

Pasal 351 ayat (5) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menyatakan bahwa: 

“Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.” 

penganiaayaan ringan Pasal 352 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menyatakan bahwa:

"Dan diancam dengan maksimum hukuman penjara tiga bulan atau denda tiga ratus rupiah apabila tidak masuk dalam rumusan pasal 353 dan 356 dan tidak menyebabkan sakit atau halangan untuk menjalankan jabatan atau pekerjaannya, hukuman ini bisa ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan penganiayaan kepada orang yang bekerja padanya  atau yang dibawah perintahnya"

Unsur-unsur penganiayaan yaitu:

  1. Adanya kesengajaan
  2. Adanya perbuatan
  3. Adanya akibat perbuatan (luka dan rasa sakit)

Dari kasus diatas maka sanksi bagi yang menjabak bisa terkena pidana penganiayaan jika korban melaporkan karena sudah memenuhi unsur penganiayaan dalam hukum pidana, karena dalam hukum jika sesuatu hal yang memenuhi unsur pidana maka bisa dilaporkan kepada pihak yang berwajib untuk selanjutnya diproses secara hukum, 

Dasar Hukum

KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana)

Referensi

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/02/23/15563291/viral-seorang-ibu-jambak-wanita-muda-di-krl-ini-kata-pt-kci?page=all




Tags

Jangan sungkan untuk bertanya
Forum QnA (Question & Answers) - Gratis !

Forum ini disediakan bagi Anda untuk mengajukan persoalan hukum yang Anda hadapi.
Silahkan tulis pertanyaan dan isi data dibawah ini. Setiap pertanyaan akan dijawab oleh Tim Lawyer Lawgo dan jawabannya akan di publikasikan sebagai artikel hukum bermanfaat.

Baca Juga Artikel Terkait

Artikel Terpopuler