Menu

Ustaz Yusuf Mansur Digugat Rp. 5 M! Ko Bisa ?

2020 Jun 09

Pertengahan tahun 2019 lalu saya sempat bertemu dengan Ustaz Yusuf Mansur (YM). Itu terjadi di acara buka puasa bersama bertempat pada salah satu kediaman orang ternama di Indonesia. Dan, itu kali terakhir saya mengetahui perkembangan kabarnya. Di pertengahan tahun 2020 ini, tiba-tiba nama beliau mencuat kembali. Kabarnya, dia digugat secara pedata oleh lima orang yang mengaku sebagai investornya. Nilai gugatan tersebut mencapai Rp 5 miliar. Pada gugatan yang teregistrasi dengan Nomor 211/Pdt.G/2020/PN Tng., tercatat lima dari penggugat tersebut antara lain Fajar Haidar Rafly, Sumiyati, Sri Hartati, Sri Wahyuni, dan Isnarijah Purnami. Mereka merasa dirugikan atas investasi pembangunan Condotel Moya Vidi di Yogyakarta dan Hotel Siti di Tangerang, Banten.[1]

Menurut kuasa hukum penggugat, Asfa Davy Bya, mereka dijanjikan akan diberi laporan keuangan, setiap tahun ada pembagian kerahiman (bagi untung), dan mendapat jatah menginap secara gratis. Namun, jangankan uang kerahiman, laporan keuangan yang dijanjikan secara berkala tersebut tak juga pernah ada.[2] Bila ditarik dalam kacamata hukum, perbuatan yang dilakukan oleh Ustaz Yusuf Mansur dapat diduga mengarah pada wanprestasi. Wanprestasi sendiri dapat diartikan dengan tidak dilaksanakannya prestasi atau kewajiban sebagaimana mestinya yang dibebankan oleh kontrak terhadap pihak-pihak tertentu seperti yang disebutkan dalam kontrak atau perjanjian yang bersangkutan. 

Adapun jenis gugatannya, merujuk pada Pasal 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yaitu; “Pihak yang terhadap perikatan tidak dipenuhi, dapat memilik; memaksa pihak yang lain untuk memenuhi persetujuan, jika hal itu masih dapat dilakukan, atau menuntut pembatalan persetujuan, dengan penggantian biaya, kerugian dan bunga." Merujuk pada ketentuan pasal ini, maka ada dua jenis tuntutan gugatan bila terjadi wanprestasi. Pertama, menuntut prestasi atau kewajiban seperti yang diperjanjikan dalam kontrak; kedua, meminta kerugian akibat tidak dilaksanakannya prestasi. 

Namun begitu, untuk sampai pada kesimpulan wanprestasi, harus diperhatikan dulu penyebab gagalnya debitur menunaikan kewajiban atau prestasinya. Misalnya. Debitur gagal menunaikan prestasinya disebabkan karena terhadi keadaan memaksa atau force majeur yang terjadi di luar kemampuan debitur. Dalam kondisi force majeur, kreditru tidak dapat meminta pemenuhan kewajiban dari debitur. Selain itu, debitur tidak dapat dinyatakan lalai dan oleh karena itu debitur tidak dapat dituntut untuk mengganti kerugian. 

Dengan kata lain, untuk mengatakan Ustaz Yusuf Mansur benar melakukan wanprestasi, patut dilihat dulu penyebab dari gagalnya menunaikan kewajibannya. Sebab seperti yang dia ungkapkan, terdapat beberapa rintangan yang menghalanginya dalam membangun. Seperti tidak diberikan izin oleh OJK yang membuat terhambatnya pembangunan. Namun, kini ia memastikan bahwa seluruh perizinan pembangunan Condotel Moya Vidi di Yogyakarta dan Hotel Siti di Tangerang sudah lengkap. 

Hanya saja, sebagai seorang pengusaha, Ustaz Yusuf Mansur seyogianya memberikan laporan keuangan kepada para investornya. Selain memberikan rasa percaya, laporan tersebut membuat para investor merasa diperhatikan. Selebihnya, biarkan pengadilan yang memutuskan, apakah benar Ustaz Yusuf Mansur melakukan wanprestasi sehingga harus memberikan ganti rugi, atau justru sebaliknya, Judex Facti memutuskan telah terjadi keadaan force majeur. Hingga berita ini ditulis, baik penggugat maupun tergugat, telah melalui fase mediasi, dan hampir tidak menemui titik temu. Kemungkinan, kasus ini akan berlanjut di meja hijau. 
 

[1] Kumparan.com, “Ustaz Yusuf Mansur Bicara Soal Gugatan Rp 5 M: Mohon Doanya, Saya Tak Akan Lari”

[2] Tribunnews.com, “Ustaz Yusuf Mansur Dituntut Rp 5 Miliar, Kuasa Hukum: Kerugiannya Tak Sampai Rp 100 Juta”

2020 Jun 09



Tags

Jangan sungkan untuk bertanya
Forum QnA (Question & Answers) - Gratis !

Forum ini disediakan bagi Anda untuk mengajukan persoalan hukum yang Anda hadapi.
Silahkan tulis pertanyaan dan isi data dibawah ini. Setiap pertanyaan akan dijawab oleh Tim Lawyer Lawgo dan jawabannya akan di publikasikan sebagai artikel hukum bermanfaat.

Artikel Terpopuler