Menu

Teori Konspirasi, Benarkah Di Mata Hukum?

Penulis (Author): M. Ikhsan 2020 Jun 15

Jerinx menjadi salah satu nama yang mencuat semenjak Corona menyerang. Musisi dari band Superman Is Dead ini ramai diperbincangkan gara-gara teori konspirasi yang ia lontarkan di media sosial. Lantang dia meyebut bahwa Covid-19 adalah permainan elit global. Menurutnya, sudah banyak bukti yang mengantarkan kita pada kesimpulan bahwa Corona merupakan ciptaan manusia. Tujuan dari diciptakannya Corona agar elite global memiliki kontrol negara-negara sehingga menempatkan mereka di puncak piramida ekonomi dan politik dunia. 

Salah satu elite global yang Jerinx maksud adalah pendiri Microsoft, Bill Gates.[1] Selain tentang Corona, sebenarnya ada banyak pristiwa yang digolongkan sebagai konspirasi. Lalu oleh sebagian orang mulai merangkainya menjadi sebuah peristiwa rahasia.

Merujuk pada pengertiannya, teori konspirasi adalah teori yang berusaha menjelaskan penyebab tertinggi dari serangkaian peristiwa, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia. Sebagai contoh, peristiwa 11 September sebenarnya sudah dirancang sebagaimana terlihat pada lipatan uang kertas 20 dolar AS, dimana ketika melipat uang itu sedemikian rupa, akan terlihat gambar menara kembar yang terbakar. 

Mereka yang percaya dengan teori konspirasi, seringkali memberikan contoh ketika sedang bermain poker dengan jumlah pemain lima orang. Dimana, empat pemain melakukan konspirasi sehingga satu pemain akan kalah dan menjadi korban konspirasi. Karena itu, teori konspirasi sering juga disebut teori persekongkolan. Pada tulisan kali ini, kita akan melihat kebenaran teori konspirasi di mata hukum.

Untuk menilai apakah suatu peristiwa adalah kebenaran dalam hukum, maka harus dirinci terlebih dahulu, hukum seperti apa yang dimaksud. Sebab, hukum pada hakikatnya memiliki makna yang luas. Bila merujuk pada penjelasan Thomas Aquinas misalnya, yang mengkategorikan hukum dengan istilah Lex Eterna. Istilah ini, merujuk pada aturan yang menguasai alam semesta melalui kehendak Yang Maha Kuasa sesuai dengan kebijaksanaannya. Artinya, tebitnya matahari dari barat dan tenggelam di timur, termasuk kategori hukum, atau yang kita kenal dengan hukum alam yang bekerja secara pasrah sesuai kodratnya. Karena itu, makna hukum di sini kita persempit maknanya sebagai sekumpulan aturan atau kaidah yang dirumuskan oleh manusia. 

Dari sini kemudian, hukum bersifat preskripsi atau sesuatu yang seharusnya (das sein). Mengapa demikian? Sebab hukum dalam makna sempit ini, tujuannya untuk mengatur, membentuk sebuah tatanan. Maka, sebuah peristiwa yang tidak terkategori dalam rumusan hukum, tidak berkorelasi hukum. Yap, meski kita tahu, bahwa kebenaran tersebut adalah fakta. Sebagai contoh, A bangun dari rumahnya dan langsung mengendarai mobilnya. Dari peristiwa ini, faktanya A mengendari mobilnya sendiri. Okeh. Itu faktanya. Namun, itu bukanlah berkorelasi dengan hukum. 

Barulah dikatakan memiliki korelasi dengan hukum, bila A mengendari mobil yang terpakir di pinggir jalan yang bukan miliknya. Dalam konsep lain, ini disebut dengan peristiwa hukum dengan roman korespondensi. Setelah terkategori sebagai peristiwa hukum, maka pada titik ini kebenaran hukum dicari melalui penelusuran kebenaran oleh pengadilan. Dan pertanyaan yang diketengahkan adalah, apakah benar bahwa A berniat mencuri mobil?

Sampai di sini, dapat kita simpulkan, teori konspirasi bisa dikatakan sebagai peristiwa hukum bila menimbulkan reaksi dari hukum itu sendiri. Sementara, untuk sampai pada tahap kebenarannya, akan diuji melalui mekanisme korespondensi oleh pengadilan, yaitu dengan menelusuri rangkaian peristiwanya. Di sinilah proses pembuktian bekerja dengan menghadirkan bukti yang sah menurut hukum itu sendiri. Seperti, akta otentik, pengakuan, dan baru ini melalui Undang-Undang ITE, bukti digital juga dapat menjadi alat bukti. Sementara itu, mekanisme koherensi sangat jarang digunakan oleh pengadilan sebab terpaku pada konsep common law yang sangat tekstualis. 

[1] Kumparan, “Siapa Elite Global Yang Dimaksud Jerinx SID Dalam Teori Konspirasi Corona”

Penulis (Author): M. Ikhsan 2020 Jun 15



Tags

Jangan sungkan untuk bertanya
Forum QnA (Question & Answers) - Gratis !

Forum ini disediakan bagi Anda untuk mengajukan persoalan hukum yang Anda hadapi.
Silahkan tulis pertanyaan dan isi data dibawah ini. Setiap pertanyaan akan dijawab oleh Tim Lawyer Lawgo dan jawabannya akan di publikasikan sebagai artikel hukum bermanfaat.

Artikel Terpopuler