Menu

Siapa Yang Menanggung Biaya Rumah Sakit Bagi Pasien Penderita Corona?

2020 Mar 21

Corona membuat masyarakat kalap. Wabah penyakit yang sudah mendunia ini menyerang tanpa pandang bulu. Mau ente muda, dewasa, tua, semua punya peluang masuk surga, eh maksudnya terjangkit Corona. Dalam kondisi seperti itu, pemerintah, meskipun pada awalnya masih malu-malu menyatakan sudah ada pasien terinfeksi Corona di Indonesia, kini mulai mengeluarkan berbagai paket kebijakan. Kebijakan pencegahan misalnya, pemerintah melarang aktifitas interaksi secara langsung. Makanya beberapa instansi memutuskan untuk merumahkan pekerjanya. Tapi yah namanya masyarakat ter-santuy di dunia, bukannya tinggal di rumah aja, ini malah numpuk di Pantai Anyer, mana gitu rame banget lagi. Tapi bagaimana dengan masyarakat yang sudah terlanjut terinfeksi, siapa yang menanggung biaya rumah sakit bagi pasien penderita Corona? 

Sebelumnya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan tegas menyatakan bahwa pasien yang positif terjangkit Virus Corona bukanlah termasuk tanggungan BPJS Kesehatan.[1] Penyakit Corona tidak dicover BPJS Kesehatan karena masuk ke penyakit yang dapat menimbulkan wabah, tulis BPJS Kesehatan dikutip dari cnbcindonesia.com. Pernyataan ini jelas membuat geram. Bukannya ikut membantu, si BPJS Kesehatan malah membuat suasana semakin gaduh. You Know lah, masyarakat kita butuh jawaban siapa penanggung biayanya, bukan malah menjelaskan bahwa ini kategori penyakit wabah atau bukan. Iya paham, jangan ngamuk dulu. Sesama penikmat BPJS, saya juga merasakan hal yang sama. Eh, gak sama deng, saya gak mau terjangkit. Hehehe. 

Tapi tenang sob, pernyataan tersebut bukan berarti tanggungan biaya rumah sakit ditiadakan sama sekali. Dalam Diktum Keempat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020 Tentang Penetapan Infeksi Novel Corona Virus (Inveksi 2019-nCoV) Sebagai Penyakit Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya, menegaskan: “Segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud Diktum Kedua dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.”

BACA JUGA : Hak-Hak Beserta Jaminan Tenaga Kerja di Indonesia

Melalui Keputusan Menteri Kesehatan ini, telah jelas bahwa yang menanggung biaya rumah sakit bagi pasien penderita Corona adalah Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Menurut juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, Tanggungan tersebut berlaku pada seluruh kategori, baik Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan yang telah tertular virus. 

Ia menjelaskan, ODP adalah orang yang belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat bepergian ke negara episentrum virus Corona atau sempat melakukan kontak langsung dengan penderita penyakit tersebut. Sementara PDP merupakan kategori pasien yang memiliki gejala relatif berat dan serupa dengan virus Corona seperti batuk, pilek, dimam, dan sesak nafas. Adapun orang yang telah dinyatakan positif virus Corona setelah melalui serangkaian pemeriksaan.[2]

Jadi, sekarang, sebelum terjangkit virus Markona ini, mari kita bantu pemerintah untuk memutus jalur penularannya. Caranya simpel, menetap di rumah, kurangi interaksi yang tidak perlu. Sampai di sini paham kan? Janji yah gak keluar rumah lagi?

[1] celebesmedia.id, BPJS Kesehatan Tidak Tanggung Pasien Positif Corona. 

[2] Katadata.co.id, Pemerintah Tanggung Seluruh Biaya Rawat Pasien Terkait Virus Corona. 




Tags

Jangan sungkan untuk bertanya
Forum QnA (Question & Answers) - Gratis !

Forum ini disediakan bagi Anda untuk mengajukan persoalan hukum yang Anda hadapi.
Silahkan tulis pertanyaan dan isi data dibawah ini. Setiap pertanyaan akan dijawab oleh Tim Lawyer Lawgo dan jawabannya akan di publikasikan sebagai artikel hukum bermanfaat.

Baca Juga Artikel Terkait

Artikel Terpopuler