Menu

Wisata Mau Dibuka, Saat Liburan Kena Corona. Biaya Test Dan Pengobatan Ditanggung Siapa Sih?

Penulis (Author): Muh. Ikhsan 2020 Jun 13

Memasuki fase new normal, Pemerintah berencana membuka kembali sektor parawisata. Hal ini disampaikan sendiri oleh Presiden Joko Widodo. Syaratnya, sektor parawisata dapat beroperasi di suatu daerah jika R0 (basic reproductive number, R-naugt) atau potensi penularan Covid-19 tercatat di bawah 1. Karena itu, pembukaan itu akan dilaksanakan secara bertahap dan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Meski begitu, bukan tidak mungkin penyebaran virus tersebut akan kembali terjadi. Inilah yang membuat sebagian pihak merasa khawatir akan terjadi penyebaran susulan. Bila demikian, siapakah yang bertanggung jawab atas test dan pengobatan bila terpapar virus tersebut?

Berkaca pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/104/2020, jelas menegaskan bahwa Covid-19 merupakan penyakit yang dapat menimbulkan wabah. Karena termasuk dalam kualifikasi wabah, maka tanggungan baik test dan pengobatannya tidak dibebankan kepada BPJS Kesehatan. Maka, melalui Keputusan Menteri Kesehatan tersebut ditegaskan bahwa penanggung biaya tersebut akan diambil dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2020 atau APBD. Sementara, pihak BPJS Kesehatan yang akan melakukan proses verifikasi pasien. Jadi, tugas dari BPJS Kesehatan hanya pada tahap verifikasi saja. Selebihnya akan ditanggung oleh pemerintah. Demikian, BPJS Kesehatan tetap berpartisipasi dalam penanganan Corona ini.

Hanya saja, terdapat beberapa pengaduan dari masyarakat tentang adanya pungutan yang dikenakkan biaya bahkan sekedar hanya untuk rapid test atau screening Covid-19. Belum lagi, muncul pengaduan bahwa ketika hendak memeriksa gigi saja, mereka dimintai untuk screening Covid-19, sementara biaya yang harus dibayar tidak sedikit. Kalau demikian, dimana letak realisasi anggaran pemerintah sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan tersebut? 

Patut diketahui, Corona sendiri digolongkan sebagai jenis PIE. Maka, bila merujuk Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2016, Corona disejajarkan dengan Poliomielitis, Penyakit virus ebola, penyakit virus MERS, flu burung, penyakit virus hanta, dan sebagainya. Nah, semua virus ini menurut Peraturan tersebut memang akan ditanggung pemerintah dengan catatan, sejak pasien dinyatakan pasien dalam pengawasan atau suspek. Maka bila hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan positif PIE, barulah seluruh biaya pengobatannya ditanggung oleh negara. Jadi, sementara belum jadi suspek, belum dibebaskan dari biaya. 

Demikian ini juga disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia Dr Adib Khumaidi bahwa biaya rapid test tidak ditanggung. Menurutnya, bagi pasien yang tidak sanggup membayar biaya rapid test, katanya ada banyak yang gratis. Dia menyatakan, bisa cari informasinya di internet atau menghubungi nomor hotline Covid-19.[1] Ketimbang menunggu yang gratis, alangkah lebih baiknya anda mempersiapkan dana sendiri. Dananya dari mana? Ya, hubungi hotline Covid-19 atau bisa cari di internet. 

Sebagai kesimpulannya, baik anggaran pemerintahan yang tersentralisasi di Kementerian Kesehatan atau BPJS Kesehatan, tidak ada yang menanggung biaya rapid test. Kalau mau, pakai biaya sendiri dulu. Nanti kalau sudah suspek atau positif Corona, baru bisa ditanggung negara. Karena itu, meskipun sektor parawisata dikabarkan akan kembali dibuka secara perlahan dan mengikuti protokol kesehatan yang ketat, lebih baik ditunda dulu demi menghindari interaksi yang tidak perlu. Selain berpeluang merugikan diri sendiri, juga bisa saja membuat gelombang penyebaran baru yang tidak dapat diperkirakan dampaknya. Kecuali, pelayan penjaga di hotel atau lokasi parawisata adalah robot, mungkin boleh saja, sebab robot bukan inangnya Corona.

[1] Kompas.com, “Terindikasi Covid-19, Pasien BPJS Harus Bayar Rapid Test Atau Tidak? Simak Penjelasannya”

Penulis (Author): Muh. Ikhsan 2020 Jun 13



Tags

Jangan sungkan untuk bertanya
Forum QnA (Question & Answers) - Gratis !

Forum ini disediakan bagi Anda untuk mengajukan persoalan hukum yang Anda hadapi.
Silahkan tulis pertanyaan dan isi data dibawah ini. Setiap pertanyaan akan dijawab oleh Tim Lawyer Lawgo dan jawabannya akan di publikasikan sebagai artikel hukum bermanfaat.

Baca Juga Artikel Terkait

Artikel Terpopuler