Menu

Konsekuensi Bagi Pasien Corona Yang Kabur Dari Isolasi

2020 Mar 22

Tindakan berani kali ini layak disematkan kepada pasien positif virus Corona (Covid-19) yang dirawat di RSUP Persahabatan. Sejak dinyatakan positif Corona oleh Dinas Kesehatan DKI, ia menolak diisolasi. Alasannya, ia tidak merasakan gejala yang aneh. Ia kemudian kabur meninggalkan rumah sakit.[1] Warbiasyahh. Kalau boleh, penghargaan Nobel harus disematkan ke belio. Baru setelah itu kunci semua rumah sakit, jangan biarkan dia masuk. Biar dia dirawat di Posyandu. Asal ente tau nih yak, yang namanya Virus kalau masuk ke tubuh, tidak mungkin langsung nampakin jenisnya. Dia diam dulu, setelah itu tiba-tiba, duarrr, headshoot. Selain itu, tindakan main kabur-kaburan itu juga membahayakan bagi orang lain terutama keluarga. Dalam kacamata hukum, ada konsekuensi bagi pasien Corona yang kabur dari isolasi. 

Sebab ini merupakan virus baru, maka sudah tentu pemerintah tidak dapat langsung membuat ketentuaannya. Gimana mau buat, wong orang pemerintah aja ada yang terjangkit. Berbeda misalnya seperti virus HIV/AIDS yang sudah ada ketentuaannya secara rigid dan terpirinci yang diatur dalam satu peraturan tersendiri. Namun, bukan berarti si penyebar virus Corona bisa lepas dari sanksi hukuman. Seperti yang diketahui, virus Corona dapat membahayakan tubuh orang terinfeksi, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan pada orang yang terjangkit virus. Bila menyebar virus dapat mengakibatkan luka pada tubuh orang lain, maka terdapat kesamaan dengan unsur pasal yang ada dalam KUHP yaitu kejahatan terhadap tubuh. Kejahatan terhadap tubuh diatur dalam buku ke-II KUHP dan terdapat pembagian dalam kejahatan terhadap tubuh berdasarkan unsur kesalahannya:

Pertama, kejahatan terhadap tubuh yang dilakukan dengan sengaja atau diklasifikasi sebagai penganiayaan. Kejahatan ini terdapat dalam bab XX KUHP pada pasal 351 sampai dengan pasal 358. Kedua, kejahatan terhadap tubuh karena kelalaian. Kejahatan ini terdapat dalam bab XXI KUHP pada pasal 360.[2] Ingat, bedakan antara tindakan yang sengaja dengan lalai (tidak sengaja). Nah, untuk si pasien kita yang kabur ini, dapat digolongkan sebagai tindakan kesengajaan melakukan penyebaran virus Corona. Ya kan udahdibilangin kalau dia positif terjangkit. Ngapain masih ngeyel? Mangkanya kalau masih ada pasien yang kayak gini, dirawat di Posyandu aja dah. Biar disuntik Polio lagi. 

Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan menegaskan:

  1. Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah;
  2. Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara lima tahun;
  3. Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun;
  4. Dengan penganiayaan disamakan dengan sengaja merusak kesehatan;

BACA JUGA : Siapa Yang Menanggung Biaya Rumah Sakit Bagi Pasien Penderita Corona?

Nah, demikian konsekuensi bagi pasien Corona yang kabur dari isolasi. Sampai di sini sudah jelas kan. Sekarang, kita ikuti arahan dari pemerintah. Bukan bermaksud meminggirkan hak berpendapat, tapi harus diketahui, Virus Corona tidak mengenal alam demokrasi. Italia tumbang, Korea Selatan tumbang, Cina? Jangan ditanya lagi. Mau emang Indonesia ikutan tumbang juga? Wahai sobat-sobatku, ketahuilah, hanya Naruto yang tidak akan terjangkit virus Markona ini.
 

[1]News.detik.com, “Pasien Positif Corona Yang Sempat Kabur Kini Dirawat di RS Polri” 

[2] Adami Chazawi, Kejahatan Terhadap Tubuh dan Nyawa, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2001), h. 7. 




Tags

Jangan sungkan untuk bertanya
Forum QnA (Question & Answers) - Gratis !

Forum ini disediakan bagi Anda untuk mengajukan persoalan hukum yang Anda hadapi.
Silahkan tulis pertanyaan dan isi data dibawah ini. Setiap pertanyaan akan dijawab oleh Tim Lawyer Lawgo dan jawabannya akan di publikasikan sebagai artikel hukum bermanfaat.

Baca Juga Artikel Terkait

Artikel Terpopuler