Menu

Adakah Hukuman Untuk ASN Yang Suka Sesama Jenis?

2020 Mar 18

“Suatu saat nanti, mungkin saya akan menikah dengan perempuan yang bisa mengerti orientasi seksual yang saya miliki.” Begitu ungkapan salah satu pengidap penyakit AIDS yang disampaikan melalui akun Youtube-nya. Lelaki berinisial AS ini memiliki orientasi seksual yang berbeda dengan pejantan lain. Perilaku seksual yang berbeda itu berujung terjadinya transfer penyakit AIDS yang kini bersarang di tubuhnya. Saat ditanya bagaimana cara melakukan hubungan seksual tersebut? Jawabnya: “Ya ganti-gantian. Kadang saya yang nyerang, kadang dia yang nyerang. Saya sih sukanya yang bule-bule gitu.” Alamak. 

Melalui akun Youtube-nya pula dia berbagi kisah bagaimana menghadapi penyakit amit-amit itu, sekaligus mengkampanyekan agar kaum LGBT bisa diakomodasi di negara yang tercinta ini. 

Dulu, dulu sekali, sebelum kita mengetahui kini manggis ada ekstraknya, lelaki memiliki naluri alami untuk menguasai dan melindungi wilayah kekuasaannya. Karenanya, untuk mempertahankan wilayahnya, tidak jarang harus mempertaruhkan nyawa. Contoh sederhananya adalah di jalanan. Saling lirik sedikit saja bisa berujung tonjok-tonjokan. Nah, sekarang, antar pejantan dan pejantan kalau bertemu, bukannya berantem, rupanya saling suka. 

LGBT memang semakin nyaring terdengar dalam satu dekade terakhir. Terlebih, sejak disahkannya pernikahan sesama jenis di Amerika Serikat pada pertengahan 2015 lalu. Alhasil, penyebarannya hampir meliputi seluruh negara-negara, termasuk di Indonesia. Hampir di beberapa lapisan masyarakat Indonesia juga terpapar perilaku seksual LGBT. Tidak terkecuali ASN (Aparatur Sipil Negara). Seperti kejadian viralnya video ASN yang berhubungan sesama jenis. Pertanyaannya, adakah sanksi bagi ASN yang berperilaku LGBT tersebut?

BACA JUGA : Main Tembak Harga Ojek, Kini Tukang Ojek Pengkolan Terkena Pasal Pemerasan!

Jawabannya, ada sob. Pada Pasal 9 ayat (6) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, menegaskan:[1]

“Menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintahan, dan martabat PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka 6, apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan.” 

Jadi, titik tekan terletak pada penjagaannya terhadap kehormatan dan martabat. Selama ini sob, perilaku LGBT di mata masyarakat Indonesia, dipandang sebagai tindakan amoral, menyimpang, dan jauh dari nilai agamis. Karenanya, bila seorang abdi negara melakukan tindakan amoral tersebut maka bukan saja personal ASN yang tercemar kehormatan dan martabatnya, tapi juga instansi negara tempat dimana ia mengabdi. Sebab bagaimanapun, ASN merupakan abdi negara yang dipandang lepas dari permasalahan amoral. 

Sanksi bagi ASN yang doyan main pedang-pedang itu kemudian diatur dalam Pasal 7 ayat (3) yang menegaskan: (a) penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun; (b) penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun; dan (c) penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun. Sanksi-sanksi yang disebutkan dikategorikan sebagai jenis hukuman disiplin sedang.

Nah, sudah jelas kan? Sekarang yang harus diperhatikan adalah jenis pelanggaran tersebut bersifat aduan. Selama ada yang mengadukan, maka dapat diterapkan sanksi yang disebutkan tadi. Kalau ga ada yang ngaduin, gimana? ya, gimana yah, saran simpel sih, pokoknya aduin aja bosquee. 

[1] Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.




Tags

Jangan sungkan untuk bertanya
Forum QnA (Question & Answers) - Gratis !

Forum ini disediakan bagi Anda untuk mengajukan persoalan hukum yang Anda hadapi.
Silahkan tulis pertanyaan dan isi data dibawah ini. Setiap pertanyaan akan dijawab oleh Tim Lawyer Lawgo dan jawabannya akan di publikasikan sebagai artikel hukum bermanfaat.

Baca Juga Artikel Terkait

Artikel Terpopuler