Menu

Cuma Tabrakan Sepeda Apa Bisa Dituntut Pidana?

Penulis (Author): M. Sans 2020 Jun 05

Umumnya bila berbicara tentang kecelakaan lalu lintas, kendaraan bermotor menjadi unsur awalnya. Misalnya dalam Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berbunyi: “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.” Demikian juga pada Pasal 311: “Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara dan keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang.” Perhatikan istilah kendaraan bermotor. 

Di sini, kendaraan bermotor selalu menjadi unsur tindak pidana ketika hendak menyatakan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Seorang yang melakukan tindak pidana, sebagai konsekuensinya harus dijatuhi sanksi pidana. Demikian pula pelaku tindak pidana kecelakaan lalu lintas ini harus dikenai sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Pasal tersebut. Tapi apa jadinya, bila suatu kecelakaan terjadi, bukan disebabkan karena kendaraan bermotor, melainkan hanya sepeda. Yah, sepeda tanpa mesin motor. Apakah bisa dijatuhi sanksi pidana?

Secara general, kecelakaan lalu lintas memang selalu melibatkan kendaraan bermotor. Dalam ketentuan Undang-Undang tentang Lalu Lintas merinci lebih banyak tentang jenis-jenis kecelakaan lalu lintas, berikut juga dengan berat-ringannya sebuah kecelakaan. Namun itu terkait dengan kendaraan bermotor. Maka, untuk menjawab pertanyaan bagaimana bila terjadi suatu kecelakaan yang disebabkan karena kendaraan tidak bermotor, kita dapat merujuk pada Pasal 234 ayat (1) Undang-Undang Lalu Lintas:

“Pengemudi, pemilik Kendaran Bermotor, dan/atau Perusahaan Angkutan Umum bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh Penumpang dan/atau pemilik barang dan/atau pihak ketiga karena kelalaian Pengemudi.”

Pengemudi yang dalam Bahasa Inggrisnya adalah driver, adalah orang yang mengemudikan kendaraan baik kendaraan bermotor atau kendaraan tidak bermotor seperti bendi/dokar yang juga disebut kusir, pengemudi becak sebagai tukang becak, pengemudi mobil disebut juga sebagai sopir, sedangkan pengemudi sepeda motor disebut sebagai pengendara. Maka demikian, pencantuman frasa “pengemudi” pada pasal di atas, jelas memasukkan pengemudi kendaraan tidak bermotor seperti sepeda. 

Kemudian, mengacu pasal tersebut, pengemudi sepeda bertanggung jawab atas kerugian yang diderita baik penumpang, pemilik barang, atau pihak ketiga karena kelalaian pengemudi. Artinya, kalaupun sewaktu-waktu pengemudi sepeda tiba-tiba menabrak seorang anak kecil dan mengalami kecacatan, maka tetap mendapat sanksi berupa ganti kerugian. Mengenai hal ini lebih lanjut dijelaskan dalam Pasal 235 yang menegaskan bahwa jika korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, pengemudi, pemilik, dan atau Perusahaan Angkutan Umum wajib memberikan bantuan kepada ahli waris korban berupa biaya pengobatan dan/atau biaya pemakaman dengan tidak menggugurkan tuntutan perkara pidana. 

Sementara jika terjadi cedera terhadap badan atau kesehatan korban akibat Kecelakaan Lalu Lintas, pemilik, dan atau Perusahaan Angkutan Umum wajib memberikan bantuan kepada korban berupa biaya pengobatan dengan tidak menggugurkan tuntutan perkara pidana. Perhatikan seksama, Pasal 235 tersebut pada bagian akhir menegaskan bahwa sekalipun telah memberikan bantuan kepada korban atau ahli waris korban, tidak menggugurkan tuntutan perkara pidana. Artinya, dalam sudut hukum pidana, kasus tersebut masih bisa berlanjut ke pengadilan di luar dari bantuan yang telah diberikan. Sebagai misal, bila korban tersebut mati, selain harus diberikan bantuan, juga tetap akan diproses pidana dengan merujuk pada ketentuan lain seperti yang telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 

Maka, bila terjadi kecelakaan sementara pengemudi menggunakan kendaraan tidak bermotor, tidak berarti dia akan lepas dari sanksi hukum. Hukum akan tetap berlaku selama ada pengecualian lain yang ditegaskan dalam perundang-undangan. Semoga dapat dimengerti.

 

Penulis (Author): M. Sans 2020 Jun 05



Tags

Jangan sungkan untuk bertanya
Forum QnA (Question & Answers) - Gratis !

Forum ini disediakan bagi Anda untuk mengajukan persoalan hukum yang Anda hadapi.
Silahkan tulis pertanyaan dan isi data dibawah ini. Setiap pertanyaan akan dijawab oleh Tim Lawyer Lawgo dan jawabannya akan di publikasikan sebagai artikel hukum bermanfaat.

Artikel Terpopuler