Menu

Meminjam Uang di Fintech atau Perusahaan Peminjam Online yang Tidak Terdaftar di OJK

2020 Jan 14

Perkembangan teknologi juga merambah di bidang bisnis yang memunculkan banyak startup baruyang terus meningkat setiap tahunnya. Salah satunya adalah Financial Technology (Fintech) yang startup-nya mengalami perkembangan yang sangat pesat saat ini.

Kemajuan teknologi industri startup di bidang Fintechyang semakin pesat mempermudah segala macam kegiatan Anda mulai dari belanja, bayar tagihan air dan listrik hingga pinjaman dana tunai.

Apa Itu Financial fechnology (fintech)?

Financial Technology (Fintech) merupakan salah satu bentuk inovasi di bidang jasa keuangan yang terus berkembang dan menjadi tren di Indonesia saat ini. Fintech sendiri telah mempengaruhi pola kehidupan masyarakat Indonesia secara luas dengan memberikan akses terhadap beberapa produk keuangan dan menjadikan transaksi menjadi lebih praktis dan efektif.

Bank Indonesia juga telah membagi 4 (empat) kategori untuk bidang Fintech sebagai berikut:

  1. Crowdfunding dan Peer to Peer Lending
  2. Market Aggregator
  3. Risk and Investment Management
  4. Payment, Settlement dan Clearing

Kali ini Lawgo akan membahas lebih dalam mengenai Fintech Peer to Peer (P2P) Lending Ilegal atau sering disebut Pinjaman Online (Pinjol) ilegal yang sering sekali meresahkan masyarakat. 

Data dariLembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta tercatat terdapat 4.500 aduan mengenai Fintech P2P Lending per juni 2019

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga merilis total akumulasi pinjaman online dari fintech P2P lending mencapai Rp41,04 triliun per Mei 2019 serta Nilai outstanding pinjaman menjadi Rp8,32 triliun dengan Jumlah penerima pinjol mencapai 8,75 juta orang di periode yang sama.

Kenapa Bisa Terjadi Demikian?

Kemudahan yang ditawarkan dalam industri startup bidang Fintech cukup untuk mempengaruhi masyarakat di Indonesia terutama masyarakat yang sedang membutuhkan dana pinjaman tak perlu lagi datang dan mengantri di bank, cukup melalui aplikasi yang telah di-download pada Smart Phone dan mengisi data maka sejumlah pinjaman akan dicairkan melaui transfer rekening dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Ditengah maraknya perkembangan industri startup di bidang fintech, masyarakat tidak menyadari bahwa penyelenggara pinjol tersebut merupakan perusahaan yang legal atau ilegal.  OJK telah memastikan jika fintech P2P Lending atau pinjol yang tidak terdaftar atau tidak berizin dari OJK merupakan fintech P2P Lending ilegal atau pinjol ilegal dan tidak dalam pengawasan pihak manapun sehingga resikonya sangat tinggi bagi nasabah atau penggunannya.

Resiko Apa yang Dapat Terjadi?

Beragam resiko dapat muncul ketika Anda menggunakan fintech P2P Lending ilegal atau pinjol ilegal seperti penagihan yang kasar hingga terjadinya pelecehan seksual. Selain itu bunga yang ditawarkan juga cukup tinggi serta sangat riskan terjadinya pencurian data pribadi melalui telepon seluler Anda sebagai nasabah fintech P2P Lending ilegal atau pinjol ilegal yang memungkinkan terjadinya hal buruk terhadap Anda di kemudian hari.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam L. Tobing, mengatakan berdasarkan deteksi server, sebagian besar server fintech P2P Lending ilegal atau pinjol ilegal berasal dari Indonesia, kemudian dari Amerika Serikat, Singapura, Cina dan Malaysia. modus dari penyelenggara fintech P2P Lending ilegal atau pinjol ilegal adalah untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari masyarat tanpa mempedulikan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Apakah Ada Peraturan yang Mengatur Penyelenggaraan fintech P2P Lending atau pinjol?

OJK telah menerbitkan Peraturan yaitu, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, yang mewajibkan Penyelenggara atau Platform fintech P2P Lending atau pinjol untuk mengedepankan keterbukaan informasi terhadap calon Nasabah agar dapat menilai tingkat risiko peminjam dan menentukan tingkat bunga.

Selain itu OJK juga menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan, sebagai ketentuan yang memayungi pengawasan dan pengaturan industri fintech. terkait masalah perlindungan konsumen. 

BACA JUGA

  1. Anda Menabrak Mobil Orang? Jangan Khawatir, Asuransi Akan Cover Biayanya
  2. Mobil Baru Kredit Sudah Kena Banjir, Gimana Ya Asuransinya?
  3. Jangan Panik Saat Hadapi Debt Collector



Tags

Jangan sungkan untuk bertanya
Forum QnA (Question & Answers) - Gratis !

Forum ini disediakan bagi Anda untuk mengajukan persoalan hukum yang Anda hadapi.
Silahkan tulis pertanyaan dan isi data dibawah ini. Setiap pertanyaan akan dijawab oleh Tim Lawyer Lawgo dan jawabannya akan di publikasikan sebagai artikel hukum bermanfaat.

Baca Juga Artikel Terkait

Artikel Populer