Menu

Berikut Konsekuensi Jika Anda Sudah Tidak Mampu Lagi Membayar Utang Di Bank

2020 Feb 28

Kebutuhan manusia beragam sifatnya ada primer, sekunder dan tersier. Tidak semua orang memiliki kebutuhan yang sama walaupun telah memiliki penghasilan. Namun, ada kalanya kebutuhan tersebut belum dapat terpenuhi terutama kebutuhan yang bersifat mendesak. 

Ada banyak cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tapi sebagian orang ada yang memilih untuk berhutang. Jika telah memilih untuk meminjam uang atau berhutang di bank. Maka, Anda harus dapat membayar hutang tersebut hingga lunas dan tuntas.

Bagaimana jika Anda Tidak Sanggup Lagi Membayar Hutang Di Bank? Apa Konsekuensinya?

Kolektibilitas Menjadi Buruk Hingga Masuk Daftar Blacklist Bank Indonesia

Bank Indonesia telah menetapkan standar kepada bank untuk melakukan update mengenai kelancaran pembayaran tagihan kredit. Yang seluruh data ini akan dimuat dalam Sistem Informasi Debitur (SID) dalam bentuk skor sebagai berikut:

  1. Skor 1: Kredit Lancar, dapat diartikan bahwa calon debitur selalu memenuhi kewajibannya untuk membayar cicilan setiap bulan beserta bunganya hingga lunas tanpa pernah menunggak,
  2. Skor 2: Kredit DPK atau Kredit Dalam Perhatian Khusus, dapat diartikan bahwa calon debitur tercatat pernah menunggak cicilan kredit antara 1-90 hari,
  3. Skor 3: Kredit Tidak Lancar, dapat diartikan bahwa calon debitur tercatat pernah menunggak cicilan kredit antara 91-120 hari,
  4. Skor 4: Kredit Diragukan, dapat diartikan bahwa calon debitur tercatat pernah menunggak cicilan kredit antara 121-180 hari,
  5. Skor 5: Kredit Macet, dapat diartikan bahwa calon debitur tercatat pernah menunggak cicilan kredit lebih dari 180 hari,

Jika Anda tidak mampu membayar hutang Anda di bank secara otomatis akan mendapatkan skor yang buruk terhadap kolektibilitas Anda sebagai kreditur. Kemudian akan mempengaruhi pengajuan kredit Anda dimasa yang akan datang. Bank akan beranggapan bahwa Anda tidak dapat mempertanggung jawabkan kredit Anda dan akan masuk dalam daftar Blacklist Bank Indonesia. (Baca Juga: Tidak Bayar Hutang Kartu Kredit Bisa Di Blacklist Bank Indonesia)

Ketika Anda telah di Blacklist oleh Bank Indonesia maka yang harus Anda lakukan adalah membayar tunggakan tagihan kartu kredit Anda. Setelah Anda membayar tagihan kartu kredit Anda pihak bank penyelenggara kartu kredit tersebut akan mengupdate data Anda di Bank Indonesia dengan begitu Nama Anda akan kembali layak untuk mengajukan pinjaman walaupun pernah di blacklist oleh pihak Bank Indonesia.

Menjadi Buronan Debt Collector

Dampak selanjutnya adalah menjadi buronan Debt Collector. Hal yang akan membuat Anda menjadi tidak nyaman karena, Debt Collector ini tidak hanya sekali menagih hutang Anda tapi akan terus menerus menagihnya sampai Anda melunasi hutang tersebut. 

Biasanya Debt Collector menagih melalui telepon bahkan sampai mengunjungi alamat penagihan yang tertera dalam perjanjian utang-piutang. Walaupun begitu Pasal 17B ayat (2) Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/2/PBI/2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu menegaskan bahwa: 

“Penerbit Kartu Kredit wajib menjamin bahwa penagihan utang Kartu Kredit, baik yang dilakukan oleh Penerbit Kartu Kredit sendiri atau menggunakan penyedia jasa penagihan, dilakukan sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

Meskipun telah ada aturan yang mengatur Debt Collector dalam penagihan utang tetap saja Anda harus melunasi utang tersebut. Supaya hidup Anda tenang dan tentram tanpa gangguan Debt Collector.(Baca Juga: Hukuman Bagi Penagih Utang Dengan Cara Intimidasi)

Dihantui Lilitan Hutang

Terakhir adalah dihantui lilitan hutang. Hal yang paling menyiksa Anda ketika dililit oleh hutang adalah cara untuk melunasinya. Jika Anda tak mampu melunasi utang yang Anda di bank maka masalah baru akan bermunculan mulai dari bunga bank yang makin tinggi dan denda keterlambatan yang terus membengkak tiap harinya.

Selama itu Anda juga harus menghadapi Debt Collector yang Cara penagihannya belum tentu disertai dengan sopan santun, dan tentunya tidak didasarkan pada peraturan.

Dasar Hukum:

Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/2/PBI/2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu.

Referensi:

https://www.amalan.com/

2020 Feb 28



Tags

Jangan sungkan untuk bertanya
Forum QnA (Question & Answers) - Gratis !

Forum ini disediakan bagi Anda untuk mengajukan persoalan hukum yang Anda hadapi.
Silahkan tulis pertanyaan dan isi data dibawah ini. Setiap pertanyaan akan dijawab oleh Tim Lawyer Lawgo dan jawabannya akan di publikasikan sebagai artikel hukum bermanfaat.

Baca Juga Artikel Terkait

Artikel Populer