Menu

Adakah Hukumnya Perusahaan Main Potong Utang atau Kasbon dari Gaji Karyawan

2020 Jan 16

Jika Anda sebagai karyawan pasti pernah membutuhkan dana yang mendesak dan salah satu caranya  adalah dengan meminjam kepada perusahaan tempat bekerja dengan mengajukan kasbon. Dalam rangka membantu kesejahteraan karyawannya, tidak sedikit perusahaan memberikan kebijakan fasilitas pinjaman kepada karyawannya. Hal ini dilakukan agar karyawan bisa lebih tenang bekerja disaat memang membutuhkan suntikan finansial.

Keuntungan dan Kerugian Pinjaman Karyawan / Kasbon

Ada keuntungan dan kerugian dengan memberlakukan kebijakan meminjamkan uang kepada karyawan atau kasbon. Bagi perusahaan, pinjaman karyawan bisa mengganggu aliran uang atau cash flow dari perusahaan itu. Risiko juga mengintai ketika ada karyawan yang tidak mampu membayar pinjamannya, apalagi jika jumlahnya cukup banyak. Sedangkan bagi karyawan, kebijakan ini justru bisa membuat mereka terlena untuk terus meminjam. Lebih parah lagi, ketika mereka harus menerima gaji yang sudah dipotong pembayaran pinjaman, justru bisa membuat mereka merasa kurang semangat dalam bekerja.

BACA JUGA : Restoran atau Rumah Makan Tidak Ada Daftar Harga Makanan? Ini Jerat Hukumnya!

Aturan Hukum Pinjaman Karyawan / Kasbon

Jika merujuk pada UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, kewajiban perusahaan kepada karyawannya adalah memberikan upah/gaji, upah lembur, cuti, jaminan sosial, dan pesangon. Artinya, sampai saat ini tidak ada aturan legal yang mengatur mengenai pinjaman karyawan atau kasbon. Tidak ada Undang-Undang ataupun Peraturan Menteri yang menjelaskan mengenai kasbon karyawan.

Lalu, apakah boleh perusahaan memotong gaji karyawan secara langsung dari upah atau gaji karyawan tersebut? Jawabannya adalah boleh! Perusahaan memotong secara langsung kasbon yang diajukan oleh karyawan dengan disertai bukti perjanjian yang telah dibuat sebelumnya, bahwa karyawan tersebut bersedia membayar kasbonnya dipotong dari gaji bulanan yang diterimannya.

Sebuah perusahaan menyediakan atau memfasilitasi karyawannya dengan pinjaman atau kasbon dengan tujuan menyejahterakan karyawannya agar dapat memperoleh dana talangan sebelum gajian. Karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Biasanya saat mengajukan kasbon akan disertai dengan perjanjian pembayaran dengan ketentuan dipotong dari gaji dengan potongan sesuai kesepakatan. Sehingga perusahaan sangat berhak memotong langsung kasbon yang diajukan karyawannya.

Dasar Hukum

  1. UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

 

 

 




Tags

Jangan sungkan untuk bertanya
Forum QnA (Question & Answers) - Gratis !

Forum ini disediakan bagi Anda untuk mengajukan persoalan hukum yang Anda hadapi.
Silahkan tulis pertanyaan dan isi data dibawah ini. Setiap pertanyaan akan dijawab oleh Tim Lawyer Lawgo dan jawabannya akan di publikasikan sebagai artikel hukum bermanfaat.

Artikel Populer